23/02/2005
ISI HATIKU: AKU, ANAK-ANAKKU DAN ENGKAU – DIMANAKAH ENGKAU SAAT ….
Apa yang terbersit di dalam pikiranmu
saat menyaksikan anak – anak pengamen dan kumuh berlarian
di antara kencangnya kendaraan di jalanan kota?
Seorang pak sopir bus mungkin akan segera memaki – maki
karena khawatir akan menabraknya sehingga ia harus berurusan
dengan polisi. Bagi seorang bapak yang sedang menyupir sedan
Mercy-nya mungkin ia akan geram karena takut akan
menggores body mobilnya. Seorang ibu mungkin akan menarik
nafas panjang dan bersyukur bahwa mereka bukan
anak-anaknya.
Bagi beberapa orang mungkin akan cuek dan biasa – biasa saja.
Bagaimana dengan dirimu sendiri? Sikap apa yang akan engkau
lakonkan? Tahukah engkau apa pula yang Aku lakukan - Aku
yang telah menciptakan mereka? Apakah Aku akan lepas
tangan dan berkata “ Itu bukan salahKu, tidak ada kemiskinan
di kamusKu”. Tidak! Aku menangis bersama mereka, Aku
mengamen bersama mereka, Aku kelaparan bersama mereka,
Aku telanjang dan kedinginan bersama mereka. Aku menunggu
seseorang membagikan cinta dengan membagikan roti,
memberikan pakaian saat kedinginan dan telanjang,
memberikan senyum hangat dan uluran tangan saat semua
orang menuding kami sebagai perusak pemandangan kota.
Itulah isi hatiKu.
Sering Aku bertanya dalam hati, dimana engkau yang konon
mengaku sebagai umat yang percaya dan mengasihiKu?
Dimana engkau saat seorang anak pengamen harus tertabrak
mati di tikungan lampu merah Kwitang? Dimana engkau saat
seorang anak di kawasan kumuh di Muara Baru sedang
menangis dan tak mengerti kenapa sekolahnya harus berhenti,
tidak boleh lagi pergi ke sekolah untuk mengerjakan PR dan
bertemu teman-temannya? Aku jadi mempertanyakan,
benarkah engkau mengasihiKu? Bagaimana engkau dapat
mengasihi Aku yang tidak kelihatan, sedangkan sesamamu
yang sangat kelihatan engkau abaikan. Apakah engkau
benar – benar mengasihiKu?
Jawablah Aku dengan perbuatan nyata kasihmu saat ini juga.
(miks/071101)
07:54 Permalink | Comments (0) | Email this


The comments are closed.