27/11/2006

“Tan, main smack down yuk.”

“Tan, main smack down yuk.” Kata Anes, ponakanku yang masih duduk di kelas 2 SD tahun lalu saat aku berkunjung ke rumahnya. Terus terang aku kurang menanggapi apalagi memikirkan dengan serius ajakannya hingga kemarin saat aku menonton televisi tentang seorang Reza. Dari laporan media, ternyata Reza, bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar itu, akhirnya tewas karena di-smack down teman-temannya. Mungkin Reza sama dengan Anes, sama-sama sering menikmati tontonan Smack Down.

Lalu aku juga teringat kejadian yang menimpa mamakku beberapa tahun lalu. Mamak terkulai lemah. Sakit jantungnya kumat sesaat menonton acara sejenis Smack Down saat malam menunggu detik-detik tahun baru di rumah ompung kami. Aku tidak menyangka efek tontonan itu dapat memicu sakit jantung mamak menjadi kumat. Bahaya memang jarang terlihat sebagai bahaya sebelum jatuh korban.

Beberapa hari ini ada yang berbeda di layar televisi di saluran stasiun televisi yang menyiarkan program itu. Ada seorang dewasa sambil senyum-senyum memberitahukan kepada pemirsa yang merasa diri masih anak-anak agar tidak menonton Smack Down. Katanya program itu untuk orang dewasa dan hanya sandiwara saja, dilakukan oleh orang-orang yang terlatih. Ah, apakah orang dewasa juga tidak perlu dihimbau untuk tidak menonton acara tersebut? Menurutku acara tersebut merangsang otak kita untuk menumbuh mekarkan kebengisan dan nafsu membunuh di dalam diri. Apakah semua orang dewasa juga menyadari hal itu hanya sekedar sandiwara? Sepertinya sebelumnya tidak ada pemberitahuan tentang hal ini. Berapa Reza-reza lagi ya yang akan menjadi korban berikutnya? Siapa yang seharusnya bertanggung jawab terhadap tewasnya Reza dan reza-reza lainnya nanti? Orangtua? Stasiun TV yang menyiarkan? Bocah2 yang melakukan smack down? Tanyakan saja kepada bapak-bapak ahli hukum, pengadilan, pak polisi, atau kepada rumput yang bergoyang. Entahlah, saya sendiri kurang tahu menahu kemana mencari jawabannya. (ms 271106)

Mikha
Tantenya Anes

13:35 Posted in Article | Permalink | Comments (0) | Email this

The comments are closed.